Haram atau Harum




Masih ingat dua kata di atas gak mbak ?? pesan singkat dari “Bang Krisna Dorojatun” dalam film “Siapa diatas presiden”. Tentu kalian masih ingst bukan ? Bagi njenegan yang belum liat filmya, atau liat tapi gak sampek tamat, atau udah liat tapi lupa, coba deh liat lagi. Film motivasi bagi anak indonesia daan pemuda pemudi bangsa masa depan. Film yang membangun mental untuk kita yang bercita-cita setinggi langit.

Dari dua kata di atas, banyak pesan tersirat untuk kita penerus bangsa, tergantung pada kita yang menafsirkan dua kata singkat tersebut.

Kata harum banyak menyimpan motivasi untuk orang-orang yang tinggi, berwawasan luas, dan berjiwa luhur. Mereka akan berfikir kata harum dalah semerbak wangi yang akan membawa nama mereka pergi merantau dan disukai banyak orang hingga terkenal di seluruh dunia.

Kata harum juga menuntun mereka untuk mengejar cita-cita mereka di langit. Menuntut mereka untuk menjadi berani, menintut mereka untuk menjadi kuat dan tegar, membangun jiwa luhur dan menuntun mereka untuk bangkit lagi ketika jatuh.

Ingat juga nggak dengan pendapat Ricki Bagaskoro tentang Indonesia yang “kurang berani”. Kata itu menyinggung para pemuda pemudi bangsa yang masih membudidayakan nyali pecundang dan pengecut agar segera menanamkan jiwa berani. Karena dalam diri seorang pecundang, ada tembok yang tebal, yang mmebuat mereka terperangkap dan tidak dapat memandan kesuksesan yang sebenarnya telah menunggu mereka. Eman-eman to ?

Sedangkan kata haram adalah rintangan untuk mereka yang sudah sukses menjunjung tingggi nama mereka. Dan mereka akan berfikir bahwa kata haram adalah suatu virus yang tak boleh menetes sedikit pun dalam hidupnya, dan menjadi motivasi untuk terus maju, terus beerjuang, dan selalu terkenang.

Untuk santri dan santriwati, terkhusus untuk saya sendiri, berhentilah selalu merasa tak punya waktu untuk mengembangkan potensi diri, dan berfikir bahwa “saya hanya santri, gak mungkin bisa harum seperti melati yang dikenal penduduk bimu”. Hal itu merupakan salah besar (sebesar angin buatan yang membuat pingsan).

Lihatlah para santri yang sudah harum dan menjadi orang terkenal, seperti, imam Madzhab atau para penulis kitab tingkat dunia, atau KH. Abdurrahman Wahid yang pernah menjabat sebagai presidan indonesia, atau KH. Mu’ammar dan KH. Mukmin Mubarok yang menjadi Qori’ Internasional dari Indonesia, kemudian mbak Fitria yang menjadi utusan dunia Darussalam dalam acara Aksi Indosiar, dan juga kang Ardiansyah yang menjadi penulis terkenal. Bukankah beliau-beliau semua adalah santri ?

Lalu apa yang membuat kita merasa malu untuk menyandang gelar santri ? padahal nama santri sudah sangat harum di dunia.

Kurang keren pye ? Santri gitu loh !!


(by: Ar.’Anraizum )

Haram atau Harum Haram atau Harum Reviewed by Unknown on Mei 25, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.