Kran Jeding

dutasantri.blogspotc.om

Kulo nuwun dulur sedoyo. Coba luangkan waktu njenengan sebentar saja buat baca artikel saya, yang mungkin rodok nggak pati nggenah ini. Tapi, sebelum sampean benar-benar serius membaca artikel saya, pertama-tama saya mau mengajukan beberapa pertanyaan kepada sampean. Kira-kira, apa yang kalian semua pikirkan saat mendengar nama benda “kran jeding”? Paling-paling seng onok neng pikirane sampean kabeh, banyu mili seng suweger lak digawe adus. Utowo banyu PDAM seng lak diombe ngalah-ngalahi es jus, iyo pogak? Kiro-kiro yo ngono.

Oke, saya mau tanya lagi. Coba sampean semua mikir, kira-kira berapa kali kran yang berada di seluruh jeding pondok kita ini diputar dalam sehari? Piro kiro-kiro? 100 kali, 200 kali, 300 kali? Pertanyaan-pertanyaan yang baru saja saya ajukan mungkin sama sekali tidak penting bagi sampean, tapi cukup berarti bagi saya. Karena berawal dari pertanyaan-pertanyaan inilah sanya mempunyai inisiatif untuk melakukan penelitian yang mungkin sangat jarang atau bahkah tidak pernah dilakukan oleh santri pondok pesantren kita ini. Yah.. walaupun agak absurd sih.

Baiklah, demi untuk mengetahui seberapa berat beban yang dialami oleh kran yang ada di seluruh jeding pondok. Saya mengajak sampean semua untuk menghitung, kira-kira berapa kali kran-kran tersebut diputar dalam jangka waktu sehari, sebulan atau bahkan setahun? Oke, langsung saja kita mulai.

Dalam sehari, kita semua sholat fardhu sebanyak lima kali, ditambah dua kali sholat dhuha dan malam (seng sholat), mandi dua kali, belum lagi BAB & BAK-nya. Semisal kita BAB 1 kali, & BAK tiga kali, berarti dapat di tarik suatu hipotesa, dalam sehari mayoritas setiap santri menggunakan kran sebanyak 5+2+2+1+3 = 13 kali. Anggep saja gitu dulu.

Dan data diatas itu masih ukuran normal atau standar dari notabene santri yang ada. Saat kita wudlu saja, kran tidak hanya kita putar sekali, apalagi mbak-mbak sing ndadak facialfoam-an (yo kang-kang barang jane), iso diputer sampek peng telu mbarang. Terus, misalkan dalam sehari jumlah santri yang menggunakan kran minimal sebanyak 100 orang (iki gor semisal), kira-kira berapa kali mereka diputar? Kalau satu bulan atau bahkan setahun? Kira-kira berapa coba? Begini saja ringkasnya,

1 sholat / wudhu = 7X

BAB = 3X Mandi = 2X BAK = 1X

Total = 13X

13 X 100 orang X 1 hari = 1300 X (sehari)

1300 X 30 hari = 3900 X (sebulan)

3900 X 12 bulan = 46. 800 X (setahun)

Itu kalau menghidupkanya saja. Lha ketika dikalkulasi sak matenine..?

1300 X 2 = 2600 X (sehari)

3900 X 2 = 7800 X (sebulan)

46.800 X 2 = 936.000 X (setahun)

Baaayuhh!! Ya lumayan banyak lak sakmono. Padahal itu masih diambil dari nilai minimum. Apalagi jika sampai pada nilai maksimum? Gek santri Darussalam gak cuman ratusan, melainkan ribuan. Byuh byuuuh, sampean itung sendiri aja lah ya..! Gak ngitung ya gak papa deng.

Jadi, melihat dari apa yang telah saya paparkan di atas, sangat pantas rasanya jika banyak yang merasa bahwa kran-kran yang ada di pondok itu gampang amoh. Karena penggunaan minimalnya saja dalam sehari mencapai 2600 putaran sak matenine, belum lagi ditambah dengan orang-orang yang seneng raup, cuci tangan sebelum makan, sikat gigi sebelum tidur, pokoknya banyak lah. Bayangkan saja betapa lelahnya menjadi seonggok kran yang sering disepelekan. Sungguh, jika kita semua mau berfikir, betapa besar jasa-jasa mereka yang telah rela berkorban mengalirkan air demi kesejahteraan kita.

Berarti kalau tiba-tiba ada kran jeding yang rusak, mboten usah nesu-nesu nggeh. Karena kerja mereka memang berat setiap harinya. Semoga saja dengan adanya tulisan ini njenengan semua mau memaklumi. Maaf, jangan anggap saya sebagai anggota grup pecinta kran. Sekian.

@Kawulo
Kran Jeding Kran Jeding  Reviewed by Feno Blog on Mei 12, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.