Caraku Tuk Ramaikan | Silfiana

Sokok, tradisi merayakan maulid nabi di Pegayaman, Bali





Maulid?? Apaan tuh?? Jelas semua pasti semua sudah tahu kan?? Yang belum tahu bererti mereka belum pada lahir, hehehee. Oke!! Maulid nabi adalah hari kelahiran pemimpin umat islam di dunia. Siapakah beliau?? Yaps,,, baliau ialah nabi agung Muhammad SAW.. Hari kelahiranmu aja dirayakan masak hari kelahiran seorang pemimpin tidak dirayakan?? Tentu dirayakan ya teman-teman...

Nah,, tahu nggak di Indonesia ada banyak cara untuk merayakannya. Pasti udah pada tahu kan yaa. Dan gak mungkin kan kalau aku tulis satu persatu semuanya. Dan disini kita akan bahas tentang tridisi perayaan maulid nabi di Bali, khususnya di Desa Pegayaman. Chek it do it.

Yang pertama adalah sokok. Untuk orang Jawa mungkin ada yang tahu nih apa itu sokok?? Yaps,, ndok-ndokkan, hanya beda nama guys. Eiiit,, tapi jangan salah lo, sokok (ndok-ndokkan) Pagayaman itu punya sejarah tersendiri lho. Mau tahu?? Atau mau tahu bangeeeet??? Yang gak mau tahu kertasnya dirobek saja ya. Dijamin nyesel seumur hidup. Bagi yang mau tahu, ayo kita lanjut.

Sokok adalah telur yang ditancapkan ke pelepah pisang, dan beralaskan gerobak kayu. Nah gerobak kayunya itu divariasikan ke berbagai macam bentuk yang unik. Seperti perahu, kubah masjid, bahkan yang berbentuk masjid pun ada. Sedangkan untuk jumlah telurnya itu disunnahkan berjumlah 63 buah. Itu menunjukkan jumlah umur nabi Muhammad SAW., sedangkan pelepahnya adalah perumpamaan beliau sendiri, dan telur-telurnya adalah kaumnya. Ini adalah salah satu bukti bahwa dalam merayakan suatu acara kita tidak hanya bersenang-senang saja, tapi juga ada makna tersirat dibalik itu semua.

Ok guys,,, next to the second tradition. Sekitar pukul 14.00 wita. atau 13.00 wib., diadakan pawai perayaan. Pawai perayaan tersebut diikuti oleh siswa siswi yang bersekolah di Pegayaman. Pada saat pelaksanaan pawai, semua sekolah menampilkan kreativitas sekolahnya masing-masing. Ada yang drumband, menari, rebana-tapi sambil jalan yaaaa-, dan masih banyak lagi. Pawai itu adalah bukti rasa kegembiraan kita atas kelahiran nabi Muhammad SAW. Pawai tersebut juga diiringi oleh sokok-sokok yang dibuat oleh warga. Sokok tersebut akan dibawa keliling desa dan finishnya di masjid. Waah,, pasti berat banget tuh, kasihan yang ngangkat sokok. Semangat yaa, dijamin kalian pasti dapet pahala yang berat banget. Setelah sokoknya sampai masjid, maka berakhirlah acara pawai dan berlangsunglah acara pembagian telur untuk warga setempat. Ada yang dapet lima, sepuluh, bahkan ada yang gak dapet. Kasiaaan. Tapi gak papa, gak usah nangis yaaa, kan bisa rebus telur sendiri aja di rumah. Hehehee.

Dan acara yang terakhir adalah, pembagian nasi. Waaauw, menggiurkan bukan?? Kalian pasti mau kan?? Biasanya anak pondok itu paling melek sama yang namanya MAKANAN. Hahaha, ups,, sorry, just kidd.

Ok, next... Nasi itu didapat dari warga setempat. Memang menyetorkan nasi ke masjid itu tidak wajib. Tapi hampir seluruh warga pasti memberikan nasi. Setelah nasi terkumpul, maka nasi-nasi tersebut dingajikan dengan menggunakan kitab berjanji. Setelah pengajianya selesai, maka dibagikanlah nasi-nasi itu kepada anak-anak. Ada yang bawa ayam goreng dapatnya sambal goreng. Ada yang bawa dua bungkus nasi dapatnya sampah pasi, alias gak dapat apa-apa. Hahaha,,, emang enak. Makanya, kalau ke masjid niatnya ngaji yaa!!, jangan diniatin cari makanan. Yang sabar aja yaa. Kalau sabar, nanti disayang pacar,, ups, maksudnya disayang Allah SWT. Thanks.



Caraku Tuk Ramaikan | Silfiana Caraku Tuk Ramaikan | Silfiana Reviewed by Feno Blog on Juni 12, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.