Kentalnya Adat Banyuwangi | Maududdin

adat banyuwangi



Pancaran sinar mentari menyinari alam semesta ini, aku terperangai akan indahnya hari ini, ya hari lahirnya sang baginda nabi kita, nabi Muhammad SAW.

Aku bersyukur dapat menemui hari yang sangat spesial ini, meskipun disini bukanlah tanah kelahiranku, tapi aku sungguh takjub dengan salah satu desa yang ada di Banyuwangi ini, Bangorejo. Kentalnya adat istiadat di desa Bangorejo masih dapat dirasakan seluruh warga terutama pada saat memperingati hari kelahiran nabi Muhammad SAW..

Untuk memperingati hari tersebut, setiap tahunya di desa Bangorejo diadakan kegiatan arak-arakan, yaitu sebuah tradisi dimana semua warga desa ]berkumpul kemudian bersama-sama mengelilingi desa dengan membawa telur yang telah diberi berbagai macam hiasan yang unik dan menarik. Arak-arakan merupakan salah satu tradisi yang sudah dilaksanakan turun temurun di desa ini. Tradisi yang sangat unik ini tak hanya diselenggarakan di Bangorejo saja, melainkan juga diselenggarakan oleh daerah-daerah lain, seperti Songgon, Licin, kabat, dan lain sebagainya.

Arak-arakan yang dilakukan oleh seluruh warga desa Bangorejo ini diawali dari masjid Baitul Mukaromah. Semuanya berangkat dengan menumpangi limabelas mobil pick up, tujuh Mobil Pribadi, dan satu tossa, dengan diiringi satu mobil pick up yang ditumpangi grup hadrah desa Bangorejo. Desa Pedotan menjadi tujuan pertama rombongan arak-arakan desa Bangorejo, kemudian menuju ke desa Sembon lalu kembali ke masjid Baitul Mukaromah.

Tak hanya itu, di malam harinya ada pengajian akbar yang juga dihadiri bapak lurah desa Bangorejo. Pengajian yang diselenggarakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW itu diisi oleh KH. Nur Hasyim asal Tegaldlimo. Acara tersebut berlangsung hingga larut malam. Tubuh kami yang sudah cukup lelah akibat mengikuti kegiatan di siang hari ditambah dengan hembusan angin malam yang menyejukkan membuat kami mengantuk. Dan ketika acara tersebut usai kami pun merasa sangat senang. Dalam artian kami senang karena acara tersebut akhirnya usai dan kami juga senang karena kami dapat memperingati hari kelahiran nabi Muhammad SAW. dengan penuh sukacita.

Aku pun bangga dengan adat istiadat Banyuwangi yang masih terus terjaga. Dan aku juga lebih menyukai kehidupan di desa Bangorejo ini dari pada kehidupan di kota yang terkadang lupa akan nenek moyangnya.
Kentalnya Adat Banyuwangi | Maududdin Kentalnya Adat Banyuwangi | Maududdin Reviewed by Feno Blog on Juni 12, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.