Seroja | 213



Doa Suci

@Syakwa

Angin menghembus
Dengan tanpa izin melintas hati dan pikirku
Tangan yang menengadah
Serta kening yang terletak pada sajadah
Diiringi dengan butiran-butiran air suci yang mengalir di pipi
Seperti malam yang diakui waktu mustajabah
Aku merindukan hati
yang hanya kupasrahkan pada Sang Ilahi Robbi
Dari deretan syair yang kupanjatkan pada-Nya,
kaulah yang kusebutkan dalam kataku
cinta kasih-Nya yang kulabuhkan padamu
seorang insan yang jauh di depan mata
menghapus air mata dan derita
Diatas kebahagiaan takdir kita




Pilihan

@WN.Ra

Pagi yang bersua nyanyian alam
Dan embun yang membasuh permukaan bumi dengan kasih sayang
Nyanyian kecil kenari menanti mentari
Dan aku membuka mata dari mimpi yang membuai
Bangunlah asa dari peraduannya, berdiri
Lalu tersenyum memandang persoalan yang menanti….
Hidup tidaklah seperti potongan malam
Kadang tenang, kadang bergemuruh, membawa hujan seperti aliran sungai yg meliuk menuju muara
Dan muara kita adalah akhir kadang tanpa tanda..
Menua lah kita menanti sang mentari setiap pagi..
atau esok tak terlihat lagi sama sekali..
Seroja | 213 Seroja | 213 Reviewed by Feno Blog on Juli 05, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.