Merangkai Makna Cinta | Bintu_Muhammad


Seberapapun alim, pintar, dan cerdas, seseorang akan menjadi luluh, sangat rendah, dan mendadak tidak tahu apa-apa (blo'on) ketika berhadapan dengan cinta.



Tai kucing rasa coklat. Yah. Begitulah orang yang sedang jatuh cinta. Segala sesuatu yang mulanya negatif akan menjadi positif disebabkan pengaruh cinta. Pada saat inilah timbul perasaan khawatir, ketergantungan, dan merasa takut kehilangan. Hari-hari akan lebih semangat kala hati disertai cinta. Bahkan, sesuatu yang dibencinya mendadak disukainya karena ada unsur cinta di dalamnya. Ibarat api yang tak mengenal air karena terlalu membaranya, seseorang yang sedang dilanda cinta yang sangking besarnya cinta itu, tak akan mengenal apapun, siapapun, kapanpun, dan keadaan yang bagaimanapun. Seberapapun alim, pintar, dan cerdas, seseorang akan menjadi luluh, sangat rendah, dan mendadak tidak tahu apa-apa (blo'on) ketika berhadapan dengan cinta. Dan orang yang menjalani kehidupan (apapun itu) berdasarkan cinta tidak akan terasa berapa banyak harta yang ia keluarkan dan lama waktu yang termakan karena terlalu nikmatnya bermain cinta. 

Manusia adalah salah satu makhluk ciptaan Allah yang diciptakan memiliki rasa cinta. Binatang pun memiliki rasa cinta namun hanya manusia yang memiliki akal. Tak ada satupun yang tahu bagaimana hakikat cinta itu sebenarnya. Tapi, tidak sedikit pula yang sering mendefinisikan tentang cinta, yang kemudian salah mengartikan dalam perbuatan yang sebenarnya, yang bisa dibilang, menyimpang dari koridor syariat agama. 

Jalaluddin Ar-Rumi mengatakan, “Sungguh cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah yang mampu melunakkan besi, menghancurkan batu dan karang, membangkitkan yang mati dan meniup kehidupan padanya, serta membuat budak menjadi pemimpin, begitulah dahsyatnya atsar (bekas) dari cinta itu sendiri.” 

Banyak sekali indikasi yang tampak dari orang yang sedang jatuh cinta. Bermula dari mengajak kenalan, menanyakan alamat, sekolah, serta identitas pribadi lainya. Kemudian mulai meminta nomer telfon dan kepo-kepo masalah lainnya. Menjadi sebuah kenormalan apabila antara laki-laki dan perempuan memiliki rasa saling suka (cinta). Namun, yang perlu dimengerti adalah lelaki yang mendekati perempuan itu memiliki dua kemungkinan atau modus. Pertama ia memang sungguhan suka dan yang kedua ia hanya bermaksud cuma sekedar ngetes saja. 

Nah.. Yang perlu diwaspadai itu adalah opsi yang kedua. Bisa jadi tidak hanya satu perempuan saja yang ia dekati dan bisa saja lebih dari satu, dua, tiga, empat perempuan yang pernah ia gombali. Bahkan bisa jadi tidak hanya pada satu perempuan saja ia ungkapkan perasaan cinta, bisa lebih guys. Tipis bedanya dengan yang pertama bahkan nyaris sama. Kalian para perempuan harus berhati-hati dengan lelaki yang gampangan dengan omongan yang manis-manis, entah itu pujian, ungkapan perasaan tresno dan lain-lain. Karena, bisa saja ia hanya mengetes seberapa kuat iman perempuan tersebut. Si cewek yang mulanya cuek minta ampun tiba-tiba menjadi biasah-biasah saja bahkan mulai terbiasa. Si cewek yang terkenal kesholihannya dan kepintarannya tiba-tiba menjadi sebaliknya, kala sudah dilanda cinta. Sangat disayangkan kalau sampai jadi budak si kodok cinta (makan tuh kodok). Na'udzubillah. 

Sebenarnya tidak ada salahnya laki-laki bersikap seperti itu. Karena ia memiliki hak preogratif untuk memilih. Dari sekian banyak deretan wanita yang ia kenal dan dekati, manakah yang lebih baik menurutnya, maka dialah yang terpilih. Namun, menjadi sangat keterlaluan kalau sampai si perempuan sakit hati. Tapi, salah siapa coba gampang baperan? Ada cowok bertingkah baik dikit aja dikira suka. Dikit-dikit mbahas perasaan. Walah-walah, kapan kelarnya tuh kalo baper terus. Semua dikembalikan pada cowok dan cewek itu sendiri. 

Lelaki yang baik pasti akan bersikap baik dan tahu kalau itu baik atau tidak. Begitu pun perempuan. Biar gak sakit, ya jangan diambil hati lah! Kalau kata Surat Al-Ahzab ayat 4, “Allah tidak menjadikan seseorang dengan dua hati dalam rongganya.” Alhasil, dari sekian banyak deretan perempuan yang disukai, hanya satu yang nyantol di hati. Opo iyo..? Kalau tidak percaya tanya saja sama lelaki yang jujur. 

Kemudian, “Apakah cinta sejati itu.?” Jawabannya, tentu saja cinta yang didasari karena Allah. Terus, kalau ada cowok yang mengatakan, “Ndukk.. aku mencintaimu karena Allah”, apa itu bisa dikatakan dia benar-benar mencintai ceweknya karena Allah? Wah.. ke-mblegedesan macam apa itu ya? Misal aja nih, ada cowok yang udah lama banget suka ke kamu dan sukanya tuh dah beneran bingitss. Terus dia bilang kayak gini, “Uhibbuki fillah”. Tapi kamu kurang yakin, apa iya sih? Solusinya, coba deh tanya balik ke si cowok, “Mas, kalau kamu mencintaiku karena Allah, waktu kamu inget aku, apakah kamu inget juga yang nyiptain aku? Monggo dijajal... 

Kok bisa gitu cara ngetesnya? Yaps, karena pengertian cinta karena Allah yaitu: “Ketika seseorang ingat sama yang dicintai, maka seketika itu ia ingat pada Sang Pencipta Cinta; Allah Swt.” 

Mengapa demikian? Karena cinta yang bisa membuat sakit menjadi sembuh, gemuk jadi kurus, waras jadi gila, kaya jadi miskin, dan raja jadi budak, hanyalah cinta yang disambut oleh para pecinta palsu. Cinta juga bisa merubah perilaku yang baik bak surga menjadi bengis bak neraka. Itulah cinta yang tak dilandasi karena Allah dan itu namanya cinta nafsu. Sedang cinta karena Allah tidaklah seperti itu. Kalau sudah kecantol cinta nafsu, dia akan lupa cinta Allah, cinta yang begitu agung, cinta yang sangat murni. Cinta Allah tidak bertepi. Jikalau sudah mendapatkan cinta-Nya dan manisnya berlabuh hati pada-Nya, maka tidak ada lagi tatapan sayu, keluhan, dan tubuh lesu. Yang ada hanyalah tatapan optimis dan tenang menghadapi segala cobaan dan rintangan dalam hidup ini. 

Tak jarang orang mengatakan cinta Allah dan mengaku cinta Rasulullah, namun bagaimana mungkin semua itu bisa diterima-Nya tanpa bukti yang diberikan. Sebagaimana Arjuna mengembara, menyeberangi lautan luas, serta mendaki puncak Gunung Himalaya demi mendapatkan cinta seorang wanita. 

Lalu, bagaimana mungkin menggapai cinta Allah sedang di pikirannya selalu dibayang-bayangi oleh wanita/pria yang ia cinta. Tak mungkin dalam satu hati dipenuhi oleh dua cinta. Salah satunya pasti menolak (Al-Ahzab: 4), kecuali cinta yang dilandasi cinta pada-Nya. Karena disaat Allah menguji cintanya dengan memisahkannya dengan apa yang membuat dia lalai terhadap Allah, sering orang tak sanggup menerimanya. Disaat Allah memisahkan seorang istri dengan suaminya, tak jarang gadis itu langsung lemah dan terbaring sakit. Disaat seorang santri dipisahkan dari sang pujaan hati, tak jarang juga yang nilainya langsung down dan hafalannya pun gak nyantol-nyantol, tapi langsung mbrodol. Disaat si gadget atau smartphone kesayangannya tiba-tiba error, tak sedikit yang langsung galau dan ngotot pengen beli lagi, dan lainnya. 

Semua itu adalah bentuk ujian dari Allah. Karena Allah ingin melihat seberapa kuat cinta seorang hamba padanya. Allah menginginkan bukti namun sering orang tak berdaya membuktikanya. Justru berguguran cintanya pada Allah disaat Allah menarik secuil nikmat yang dicurahkan-Nya. Hanya butuh satu menit untuk cinta pada seseorang, hanya butuh satu jam, satu hari bahkan sekali tatap udah seneng. Tapi, butuh waktu seumur hidup untuk melupakan orang yang pernah dicintai. Untuk itu, segeralah hijrah dari cinta yang salah. Cukup doakan dia yang baik-baik saja dan jaga kesucian cintanya. Jikalau dia memang jodohmu pasti ia akan kembali. 

Bagi kaum Hawa, jadilah perempuan yang sholihah dan mempesona. Ia ibarat sekuntum mawar yang datang dari surga. Anggun di balik perisai ketegasan, cantik dalam balutan malu, berbinar dalam tunduknya pandang mata, lembut sekaligus tangguh. Ia mempesona meski tak tersentuh, memiliki hati yang bak embun menunduk tawadu' di pucuk-pucuk daun, seperti karang berdiri tegak meski di terjang ombak, memiliki iman seperti bintang, terang benderang menerangi kehidupan. Ia serahkan jiwa raga pada Rabb-Nya. 

Sedangkan bagi kaum Adam, jadilah lelaki yang bijaksana, yang selalu menghargai perempuan. Yang memperlakukannya dengan baik selayaknya manusia, yang tidak hanya pandai bergeliat kata namun dengan bukti nyata. Dia bukanlah boneka yang dengan mudahnya bisa dibuat mainan. Dan ingat, kalau tidak dari perempuan, laki-laki lahir dari mana coba? Dia adalah ciptaan Allah yang harus dijaga. Dan laki-laki adalah sebaik-baiknya pelindung dan pemimpin untuknya. 

Doain aja, supaya si penulis dan pembaca semakin senantiasa cinta pada Allah dan rasul-Nya. Amin.
Merangkai Makna Cinta | Bintu_Muhammad Merangkai Makna Cinta | Bintu_Muhammad Reviewed by Fenomena on Agustus 27, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.